2008
13Sept
Komunitas Open Source dan Pahala yang Tak Terputus-putus
published by Moch. Iqbal Chahyadi
kategori posting: GNU/Linux, telah ditampilkan sebanyak 737 kali
Anda pasti udah sering bangget mendengarkan hadits yang menyatakan bahwa ketika seorang anak adam meninggal dunia maka terputuslah sekalian amalnya kecuali 3 hal yakni sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat untuk kebaikan dan anak sholeh (sholehah) yang senantiasa mendo`akan kedua orang tuanya.
Pada kesempatan kali ini saya ingin sedikit membahas tentang point kedua yaitu ilmu yang bermanfaat untuk kebaikan. Hal ini saya kaitkan dengan gerakan Open Source yang beberapa tahun belakangan semakin gencar seiring dengan digembar-gemborkannya "penegakan" UU HAKI.
Saya sangat kagum sekali dengan "orang-orang jenius" yang bersedia membagikan ilmu pengetahuan yang mereka miliki secara cuma-cuma tanpa mengharapkan imbalan sepeser pun. Lihatlah desktop GNU/Linux yang paling populer dan sering Anda gunakan sehari-hari seperti KDE, GNOME yang tampilannya semakin hari semakin user friendly saja.
Bisakah Anda bayangkan bahwa desktop canggih semacam itu dibuat oleh orang-orang yang tergabung dalam komunitas Open Source. Mereka membuatnya tanpa mengharapkan bayaran atau dengan kata lain mereka membuatnya tidak untuk dikomersialkan tapi untuk dibagikan kepada para pengguna komputer di seluruh dunia.
Terlepas dari berbagai pandangan orang yang menganggap kalau KDE atau GNOME atau Desktop GNU/Linux secara umum, itu susah dan tak sebagus "jendela", satu hal yang pasti bahwa komunitas Open Source adalah lahan bagi orang-orang yang memiliki ilmu dan bersedia membagikannya kepada orang lain.
Meskipun mayoritas pembuat aplikasi Open Source itu bukan umat Islam tapi mereka telah mengaplikasikan salah satu ajaran Islam. Jadi, pandangan ilmu yang bermanfaat untuk kebaikan itu perlu kita perluas lagi tak hanya pada ilmu agama saja (meskipun hal itu juga sangat penting) tetapi juga pada ilmu-ilmu lain di luar itu, dalam contoh ini adalah ilmu seputar dunia komputasi.
Artikel-artikel yang sejenis:
- Memberi Lirik pada Koleksi Lagu di Rhythmbox Music Player
- Menentukan Aplikasi Default untuk File tertentu di Linux
- Menginstall Software di Linux
- PCLinuxOS 2010 Tampil dengan Wajah Baru?
- Penyebab Start-Up Linux Mint Menjadi Lambat
- Repository Lokal berbagai Rilis Distro Ubuntu
- GARUDA OS, Just Another GNU/Linux Distro?
- Ubuntu 11.04 XFCE Unity dan Repository PPA
- Longhorn Linux Transformation Pack
Nama: Avie
Date: 23 Oktober 2011 | URL: http://www.yahoo.com/
Komentar: Open Source? Gak ngerti aq...
Date: 23 Oktober 2011 | URL: http://www.yahoo.com/
Komentar: Open Source? Gak ngerti aq...